Apa yang terjadi jika seluruh penghuni dunia ini orang kaya semuanya ???
Misalnya, dalam sebuah keluarga. Nak, ambillah uang satu juta rupiah
ini untuk bekal kesekolah. Maaf bu, nggak usah, uang saya sudah banyak
kok. Insya Allah untuk ongkos taksi cukup, jawab si anak.
Setelah berpamitan pada ibunya, dia bersiap – siap untuk menghentikan
taksi. Anehnya, tidak ada satu taksipun yang mau berhenti. Ternyata,
para sopir taksi tidak perlu lagi mencari penghasilan
dengan menjadi sopir karena penghasilannya sedikit. Hal ini disebabkan
karena si sopir taksi tersebut sudah memiliki uang yang banyak sehingga
telah menjadi orang kaya. Akhirnya, dia dan semua orang berjalan kaki
sampai ketempat tujuan. Rasa capek tak pelak lagi dia rasakan.
Sesampainya disekolah, tidak ada lagi para guru yang bersedia mengajar.
Mereka semua sibuk menghitung uang. Mereka lebih memilih mendirikan
kampus milik sendiri dibandingkan menjadi guru atau dosen yang nilai
penghasilannya tidak seberapa.
Akhirnya, karena lapar dia pergi
kekantin sekolah. Kerongkongannya kering setelah tadi habis berjalan
kaki beberapa kilometer. Dua botol minuman pesanannya tidak kunjung
datang. Bibi kantin langganannya menolak untuk melayani. Alasannya, saat
ini sibibi sudah menjadi orang kaya dan memiliki banyak uang sehingga
tidak menjadi seorang pelayan lagi. Malah ia akan membuka restoran baru.
Sebgai tambahan, dia menolak dipanggil bibi lagi karena lebih suka
dipanggil tante.
Sianak menjadi kebingungan. Semua orang sudah
menjadi kaya. Sepertinya, mereka semua tidak membutuhkan yang lainnya
lagi. Padahal pada kenyataannya jelas tidak mungkin demikian. Dunia ini
bisa menjadi kacau kalau semua orang menjadi bos, karena mungkin tidak
ada seorangpun yang memilih untuk menjadi karyawan, karena masing –
masing telah memiliki modal usahaya.
Jika semua orang kaya,
tidak akan lagi ada keseimbangan. Jadi, jangan pernah katakan Allah SWT
tidak adil karena menganugerahkan kekayaan melimpah pada sebagaian orang
sementara sebagian lainnya adalah orang yang tidak mampu (Miskin). Adil
bukan berarti sama rata.
Setiap orang berpotensi sukses dan
bahagia dalam hidup, yang akan membedakannya adalah bagaimana cara kita
dalam menjemput kesuksesan dan kebahagiaan tersebut. Jika ingin hidup
kita penuh barokah, tempuhlah jalan yang diridhai-Nya.
Jika
saat ini kita sedang diuji dengan kesusahan maupun kesenangan, maka
bijaklah dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Jangan pernah salahkan
Sang Pencipta. Berburuk sangkapun kepada –Nya dilarang. Nikmati semua
yang kita miliki dengan penuh kesyukuran , dan berusahalah agar kita
selalu tetap berada dijalan yang Lurus dan di Ridloi ALLOH SWT.
Adil bukan berarti sama rata
Written By ALMANAR on Monday, 23 December 2013 | 07:54
Related Articles
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.





